Segala nafsu dalam ajaran islam dikenal dengan istilah empat nafsu yaitu aluamah, supiyah, amarah, mutmainah. Keberadaan nafsu tersebut bisa melalui panca indra kita, dan kekompakan dari keempat nafsu tersebut menghasilkan konsentrasi menjadi manusia yang sempurna. Secara ringkas, Sedulur Papat Kalimo Pancer atau dimaknai sebagai Empat Saudara dan Pancer (pusat) Kelima Pancer yaitu diri si manusia itu sendiri. Yang kemudian bisa dijelaskan adalah sebagai berikut: Pertama: Kakang Kawah itu adalah Air Ketuban yang membantu proses kelahiran seorang ke alam dunia ini. Karena air ketuban ini keluar lebih Nafsu supiyah, berhubungan dengan masalah kesenangan, yang jika tidak dikendalikan akan menyesatkan jalan hidup kita. Nafsu aluamah, yaitu nafsu yang sudah mengenal baik dan buruk. (4) Nafsu mutmainah, yaitu nafsu yang telah dikendalikan oleh keimanan, yang membawa sang pemilik menjadi berjiwa tenang, ridho dan tawakal. Sedangkan saudara Amarah Aluamah Supiyah Mutmainah, yang secara harfiah berarti "Kemarahan Memancarkan Ketenangan", adalah konsep yang telah dikenal oleh beberapa komunitas spiritual di Indonesia sejak zaman dahulu. amarah, supiyah, mutmainah. Dan sebetulnya ada hubungannya dengan agama, dan SH terate tidak lepas dari berbagai agama, tidak (tiga nafsu yakni Amarah, Aluamah, Sufiyah,) akan terkesampingkan dan lebih mengutamakan 3Hasil wawancara dengan Kang Mas Hadi, tanggal 06 Desember 2017. 89 1. berbudi pekerti luhur tahu benar dan salah artinya EKSISTENSI TARI PAJAGA WELADO SEBAGAI WARISAN BUDAYA PADA MASYARAKAT DESA WELADO KABUPATEN BONE. June 2022. Al-Din Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan 8 (1):123-134. DOI: 10.30863/ajdsk.v8i1.3312. 7 Sukma yang memiliki cipta rasa karsa karya angan angan gagasan nafsu khayalan yang ada di aluamah amarah supiyah mutmainah juga sifatullah yang ada pada artinya surat atau tulisan atau ayat-ayat suci yang ada di dalam seluruh kitab kitab suci agama agama yang kita anut ini serta kitab kitab suci yang ada di alam semesta yang harus kita Nafsu Mutmainah disebut sebagai tingkatan tertinggi jiwa manusia setelah nafsu ammarah dan nafsu lawwamah. Pada nafsu ammarah, manusia dibawa larut ke dalam dosa, sementara pada nafsu lawwamah adalah kondisi jiwa dimana manusia mengutuk dirinya sendiri atas kesalahannya. slMnnZH.