PEDARANTRADISI RITUAL KAMPUNG CIREUNDEU BASA SUNDA Assalamualaikum wr wb Terimakasih sudah berkunjung ke halaman blog ini. Selamat datang di bahasasunda.id. Perkenalkan blog ini berisi materi-materi pelajaran bahasa Sunda yang dikemas dalam media audio-visual untuk memberikan kesan belajar yang menyenangkan, mudah dipahami, dan memberikan banyak informasi baru kepada pengunjung. KampungAdat Ciptagelar diadegkeun ku pasukan Karajaan Sunda anu nurut kana parentah Prabu Siliwangi sarta dileupaskeun lantaran Prabu Siliwangi hayang moksa. Prajurit ieu lajeng dipisahkeun kana tilu grup, ngabentuk hiji désa interconnected anyar. Salah sahijina nyaéta Kampung Gedé anu dijadikeun puseur kasepuhan. bahasaapaan tuh : v. aku gak ngerti. Jawaban diposting oleh: giacintawiharjpcfcce. Kajjsjdndbfbc cnnskalalalqowkekdfnnfnc vv. Pertanyaan lain tentang: B. Daerah. Sebutkan kesatriane ,negarane ,papane! 1abimayu 4.arjuna 5.gathut kaca 6.kumba karto 7.lesmana 8.nakula 9.sadewa 10.werkurdara 11.bala dhewa 12.dasa muka 13.k KampungCireundeu mempunyai filosofi kehidupan yang sangat unik, dimana nuansa hidup yang santun dalam nafas setiap insan warga Kampung, mencintai lingkungan, budaya sunda dan kesenian khas masih terjaga dan terpelihara,sebagaian masyarakatnya masih mempertahankan adat leluhurnya, makanan pokonya nasi yang terbuat dari singkong atau di kenal dengan nama "Rasi" atau beras singkong, bahkan PewarisanBudaya Sunda Wiwitan di Kampung Adat Cireundeu". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pewarisan budaya yang telah terjadi sejak dahulu tentang Sunda Wiwitan yang sangat kental di Kampung Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Tujuan tersebut dibagi menjadi tiga KampungCireundeu "Selamat Datang di Kampung Cireundeu Rukun Warga 10", alfabet latin dan natrat Sunda kuno di depan pintu gerbang, bahasa pertama menetap anak tangga untuk mencapai tempat itu. Pemukiman di sebelah kanan suhu, turun ke bawah. Mind8TV #cirendeu #jawabarat Kampung Adat Sunda Desa CireundeuOn Action Indonesia kali ini mengajak kalian untuk menelusuri kampung cirendeu. Perkampungan y Makadari itu kampung ini di sebut Kampung Cireundeu. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan. Terdiri dari 50 kepala keluarga atau 800 jiwa, yang sebagia besar bermata pencaharian bertani ketela. Kampung Adat Cireundeu sendiri memiliki luas 64 ha terdiri dari 60 ha untuk pertanian dan 4 ha untuk pemukiman. 6MpT. - Kampung adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Jawa Barat. Luas Kampung adat Cireundeu kurang lebih 42 hektare yang terdiri dari 60 hektare untuk pertanian dan empat hetare untuk Kampung adat Cireundeu memegang teguh kepercayaan Sunda Wiwitan atau Sunda asli hingga saat ini. Kepercayaan ini mengajarkan untuk selalu melestarikan budaya dan adat istiadat. Adat-istiadat yang lestari ini menjadi daya tarik wisata. Banyak pengunjung datang ke kampung ini dengan tujuan wisata, penelitian, maupun keperluan lainnya. Kampung Adat Cireundeu Daya Tarik Kampung Adat Cireundeu Cireunde berasal dari nama pohon reundeu, hal ini terjadi karena sebelumnya kampung ini banyak sekali pohon reundeu, atau pohon untuk obat kampung adat Cireundeu memiliki prinsip Ngindung Ka Waktu, Mibapa Ka Jaman, artinya Ngindung Ka Waktu adalah sebagai warga kampung adat memiliki cara dan ciri masing-masing. Sedangkan, Mibapa Ka Jaman artinya masyarakat Kampung Adat Cireundeu tidak melawan perubahan zaman tapi mengikutinya, seperti dengan adanya teknologi, televisi, handphone, maupun penerangan. Baca juga Hutan Larangan, Kampung Adat Cireundeu, dan Ancaman Pembangunan Adat-istiadat yang diturunkan secara turun temurun menjadi daya tarik pengunjung. Secara adat, masyarakat Kampung Adat Cireundeu memiliki konsep kampung adat yang selalu diingat sejak zaman dahulu. Konsep yang terbagi menjadi tiga bagian ini terkait dengan penggunaan lahan. Konsep yang diwariskan secara turun-temurun ini, yaitu NUBANDUNG - Berada di daerah Leuwigajah, Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu kampung wisata tradisional di Bandung. Keberadaan berbagai kampung wisata tersebut mampu menghadirkan budaya serta seni lokal tradisional khas Sunda. Wisata yang kian populer serta banyak dikunjungi peminatnya tersebut bisa kamu temukan di beberapa daerah di saja Kampung Adat Cikondang, Kampung Kreatif Dago Pojok, Ekowisata Bambu Cipaku dan lainnya. Sementara Kampung Adat Cireundeu dalam bahasa Sunda sendiri berasal dari nama pohon reundeu yang dulu banyak ditemukan dalam kampung adat salah satu kampung wisata di Bandung, daya tarik utama Kampung Adat Cireundeu terletak pada Hutan Larangan dan Hutan Tutupan yang sekaligus menjadi kawasan hutan lindung. Warga adat Cireundeu yang terdiri dari 70 kepala keluarga sangatlah menjaga Hutan Larangan atau hutan sakral seluas 30 hektar tersebut, antara lain dengan tidak mengganggu ataupun merusak Dijadikan Sebagai Hutan PertanianSementara kedua hutan lain yang ada dalam kawasan Kampung Adat Cireundeu, yaitu Leuweung Tutupan merupakan hutan reboisasi yang pepohonannya boleh dipakai namun mesti ditanam pohon pengganti dan Leuweung Baladahan merupakan hutan pertanian yang dipakai buat berkebun oleh warga Sebagai Sumber Air AlamiWarisan tata wilayah sakral Hutan Larangan, Hutan Tutupan serta Babadahan dari leluhur mereka anggap sebagai konsep ideal guna menjaga keseimbangan alam yang wajib dijaga. Warga tidak pernah ikut campur dalam pengelolaan Hutan Larangan atau biasa disebut gentong bumi tempat menyimpan air oleh orang membiarkan apa yang tumbuh di dalam hutan terus bertumbuh, dengan begitu air tidak bakal berlebih saat musim hujan ataupun kekurangan air saat musim Hanya Orang Tertentu yang Bisa Masuk Hutan LaranganTidak seorangpun diizinkan masuk ke dalam Hutan Larangan, kecuali apabila kondisi habitatnya mengalami kerusakan. Itupun cuma terbatas sesepuh atau orang yang dituakan yang boleh masuk dengan syarat puasa mutih. Mereka akan melihat tanaman pengganti mana yang bisa ditanam menggantikan tanaman yang netepkeun kawilayahan sendiri terakhir dilakukan saat terjadi pembalakan liar tahun 2008 silam yang mengakibatkan kerusakan pada Hutan Kampung Adat CireundeuSaat mengunjungi kampung wisata adat Bandung tersebut kamu dijamin bakal terpesona dengan keindahan pesona pemandangan yang ditawarkan Batu Cadas Gantung yang berada di sana, dijamin kamu bakal puas setelah mengunjunginya. Keunikan lainnya yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung adalah konsumsi kebutuhan pokok warganya yang berupa Warganya Mengikuti Perkembangan ZamanWalau warga Kampung Adat Cireundeu Cimahi masih memegang teguh warisan leluhur mereka, namun mereka tetap mengikuti perkembangan zaman dan teknologi lho. Terlihat dari pemakaian berbagai peralatan teknologi yang tidak jauh berbeda dengan warga itu kawasan tersebut juga bukan tipe perkampungan bernuansa tradisional layaknya perkampungan biasa. Kamu bakal melihat suasana yang termasuk modern di sana, dengan berbagai bangunan permanen di sekitarnya disertai juga dengan ruas jalan yang Dua Mata Air Sakral di Kampung Adat CireundeuWarga Adat kampung wisata tersebut memenuhi kebutuhan air mereka dari mata air lereng Gunung Gajah Langu yang diberi nama mata air Caringin. Sementara mata air lainnya yang juga sangat diandalkan warga sekitar adalah mata air Nyi Mas Ende yang sangat dijaga kesucian dan tidak memperbolehkan wanita yang sedang haid mendekati lokasi mata air tersebut. Hal tersebut dikarenakan lokasi tersebut dianggap sebagai sesuatu yang sangat dihormati atau Dianggap Sebagai Air SuciKedua mata air yang berada dalam Wilayah Kabuyutan atau Larangan tersebut bukan cuma dipakai warga sekitar, namun juga umat Hindu di kawasan Cimahi maupun Bandung. Karena dianggap mata air yang suci, pancuran air Nyi Mas Ende dipakai sebagai tempat pelaksana penyucian diri membersihkan diri dari berbagai hal negatif setiap perayaan Kampung Adat Cireundeu sebagai wisata Bandung terbukti dengan diraihnya penghargaan Ikon Apresiasi Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP di tahun 2019. PEDARAN KAMPUNG CIREUNDEU BASA SUNDAAssalamualaikum wr wbTerimakasih sudah berkunjung ke halaman blog datang di Perkenalkan blog ini berisi materi-materi pelajaran bahasa Sunda yang dikemas dalam media audio-visual untuk memberikan kesan belajar yang menyenangkan, mudah dipahami, dan memberikan banyak informasi baru kepada hanya blog saja, pun memiliki youtube channel, yang berisi video-video edukasi mengenai pembelajaran bahasa Sunda. Kalian bisa kunjungi youtube channel dengan klik link di bawah ada pertanyaan seputar PEDARAN KAMPUNG CIREUNDEU BASA SUNDA yang kurang dipahami, kalian bisa memberikan komentar, silahkan jangan ragu untuk mengisi kolom komentar di dengan adanya blog ini bisa memberikan manfaat bagi kalian belajar PEDARAN KAMPUNG CIREUNDEU BASA SUNDA. PEDARAN KAMPUNG CIREUNDEU BASA SUNDAKampung CireundeuLATIHAN SOAL Kampung Cireundeu “Wilujeng Sumping di Kampung Cireundeu Rukun Warga 10”, aksara latén jeung Sunda Kuna natrat dina gapura, mapag léngkah basa mimiti anjog ka tempatna téh. Padumukan katangén suhunanana, mudun ka handap. Da puguh kampung téh pernahna di léngkob, handapeun suku Gunung Kunci, Ciménténg, Gajahlangu, jeung Sayangkaak. Paeunteung-eunteung deuih jeung urut TPA Leuwigajah nu kungsi maragatkeun puluhan jiwa. Pernahna mah di Kalurahan Leuwigajah, Kacamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kaitung jauh ti puseur Kota Bandung mah, kira-kira 40 km laju ngulon. Merlukeun waktu perjalanan 1,5 nepi ka 2 jam. Éta gé lamun ngagunakeun kandaraan pribadi, sedeng kana umum mah leuwih lila ti sakitu. Da puguh kudu sababaraha kali ganti angkot. Ti Leuwipanjang mah naék angkot nu ka Cimahi, laju naék deui jurusan Cimahi- Leuwigajah, terus Cimahi-Cangkorah, jeung ditungtungan ku naék ojég sangkan nepi ka nu dituju. Sabéngbatan mah Cireundeu téh prah baé kawas kampung séjénna. Lebah kamekaranna gé sarua. Imah témbok ngajarengléng, atuh télévisi, radio, hapé, jeung barang éléktronik séjén gé geus lain barang anéh. Dina widang atikan gé kaitung maju, wuwuh réa nu sakola ka paguron luhur. Cindekna, tingkat ékonomina geus lumayan maju. Ngan nu matak narik, lian ti masarakatna masih kénéh nyekel pageuh tatali tradisi, kadaharan pokona gé lain béas, tapi sampeu manihot esculenta crautz . Nurutkeun katerangan, masarakat Cireundeu mimiti ngonsumsi sampeu ti taun 1918, mangsa Walanda keur ngajajah kénéh. Cenah, harita Cireundeu ngalaman paila nu matak nalangsana. Pikeun ngungkulanana, salah saurang sesepuh kampung néangan tarékah, nu satuluyna meunang pituduh sangkan ulah ngadahar kadaharan tina béas. Nya nyobaan ganyol, taleus, jeung hajeli pikeun gantina. Tapi teu kuat lila, nu antukna pindah kana sampeu nepi ka kiwari. Pantes rék kituna téh, da puguh Cireundeu mah wewengkonna kurang cocog pikeun nyawah. Malah cenah lamun melak paré, komo nincak katiga, sok gagal waé, cai téh ngadak-ngadak saat. Teu nanaon teu boga huma asal boga paré, teu boga paré asal boga béas, teu boga béas asal ngéjo, teu ngéjo asal dahar, teu dahar asal hirup, mangrupa palsapah Cireundeu dina mertahankeun hirup ku jalan néangan alternatif kadaharan pokok béas ku sampeu. Mémang ngadahar sangu lain pantrangan, tapi wuwuh geus jadi kabiasaan kana sampeu, cenah, kiwari masarakatna loba nu jarijipen, malah loba nu nyareri beuteung lamun geus ngadahar sangu téh. LATIHAN SOAL Kecap-kecap naon waé nu teu dipiharti? Pék catet sarta paluruh hartina dina kamus!Dimana pernahna Kampung Cireundeu téh?Beula manaeun kota Bandung?Naon nu ngabédakeun Kampung Cireundeu jeung kampung séjénna?Kumaha tingkat ékonomi masarakat Kampung Cireundeu?Naon pangna sampeu jadi kadaharan poko urang Kampung Cireundeu? Bagaimana??? Penjelasan mengenai materi di atas dapat dipahami dengan baik??? jika masih belum paham, kalian bisa memberikan pertanyaan dengan mengisi komentar di bawah atau bisa juga mengunjungi postingan mengenai PEDARAN KAMPUNG CIREUNDEU BASA SUNDA lainnya atau langsung cari saja keyword materi yang kalian cari di bawah ini BUKU SUMBERBUKU RANCAGE DIAJAR BASA SUNDABUKU PANGGELAR BASA SUNDABUKU CAHARA BASABUKU BASA SUNDA URANGBUKU PAMEKAR DIAJAR BASA SUNDABUKU PRASADA BASA GOOGLE TRANSLATE Perhatian! materi ini diterjemahkan oleh mesin penterjemah google translate tanpa adanya post editting, sehingga ketepatan dalam terjemahan masih buruk dan perlu dikembangkan dari fitur terjemahan ini untuk pengunjunga yang kesulitan memahami materi dan tidak sama sekali mengerti bahasa Sunda atau teman-teman pelajar dari luar Jawa Barat yang sedang belajar bahasa Sunda, fitur terjemahan ini bisa digunakan namun tidak 100% akurat, akan tetapi garis besarnya bisa diambil, daripada tidak mengerti mudah-mudahan admin punya waktu sehingga bisa mengoptimalkan fitur terjemahannya sendiri, dengan begitu pengunjung bisa mempelajari materi dalam bahasa Indonesia. PEDARAN TRADISI SUNDA A. PENGERTIAN BAHASAN TRADISI SUNDA Bahasa atau deskripsi adalah teks yang mengedarkan kasus berdasarkan fakta yang ditemukan. Baik dari hasil penelitian, baik dari hasil pengalaman mereka sendiri. Tentu saja, ada pengetahuan baru knowledge yang sangat bermanfaat bagi diskusi hampir sama dengan esai atau artikel, baik cara penulisan, atau kontennya. Hanya dalam esai atau artikel, subjektivitas saya gagasan menulis lebih tandes dan lebih jela B. BENTUK TULISAN BAHASAN Cara menulis Bahasa Sunda terdiri dari berbagai bentuk, termasuk ArgumentasiArgumentasi adalah wacana yang tidak benar-benar menggambarkan dan menjelaskan tidak adanya suatu masalah berdasarkan alasan kuat, untuk meyakinkan dan membangunkan pembaca untuk berjalan dalam sebuah adalah teks yang menjelaskan objek, tempat, atau peristiwa secara terperinci kepada pembaca seolah-olah Anda secara langsung mengalami peristiwa yang diwakili oleh lampu adalah tulisan yang menceritakan kejadian suatu peristiwa dari waktu ke waktu secara adalah wacana yang menggambarkan dan mengedarkan objek, prosesnya, tujuannya dan saya biasanya menggunakan bentuk tulisan campuran misalnya deskripsi dan narasi, atau narasi dan argumen. PEDARAN KAMPUNG CIREUNDEU BASA SUNDA Kampung Cireundeu “Selamat Datang di Kampung Cireundeu Rukun Warga 10”, alfabet latin dan natrat Sunda kuno di depan pintu gerbang, bahasa pertama menetap anak tangga untuk mencapai tempat itu. Pemukiman di sebelah kanan suhu, turun ke bawah. Desa Da lazy tidak pernah berada dalam jangkauan, di bawah kaki bukit Gunung Kunci, Ciménténg, Gajahlangu, dan Sayangkaak. Bercermin kembali pada bekas TPA Leuwigajah yang telah merenggut puluhan nyawa. Saya pernah berada di Desa Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Hitung jauh dari pusat Kota Bandung, kira-kira 40 km arah barat. Membutuhkan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam. Jadinya kalo pakai kendaraan pribadi, medium to public lebih panjang dari itu. Malas harus berganti transportasi beberapa kali. Dari Leuwipanjang, saya naik angkutan umum ke Cimahi, tarif kembali ke Cimahi-Leuwigajah, lalu Cimahi-Cangkorah, dan diakhiri dengan tumpangan untuk sampai di tujuan. Karena I Cireundeu adalah orang prah seperti desa lainnya. Pertumbuhan lebah akan sama. Hiasan dinding rumah, televisi, radio, handphone, dan barang elektronik lainnya yang saya punya bukanlah barang aneh. Di bidang pendidikan kami akan menghitung ke depan, banyak sekolah berkembang ke pendidikan tinggi. Yang pasti, tingkat perekonomiannya cukup maju. Menariknya, selain masyarakat yang masih memegang teguh tradisi, makanan pokoknya bukan nasi, melainkan sampeu manihot esculenta crautz. Menurut legenda, masyarakat Cireundeu mulai mengkonsumsinya sejak tahun 1918, pada masa penjajahan Belanda. Katanya, saat itu Cireundeu mengalami tragedi yang mengerikan. Untuk mengatasinya, salah seorang sesepuh desa meminta bimbingan, yang kemudian mendapat pembinaan agar tidak makan makanan dari nasi. Dia mencoba untuk menjadi lucu, banyak bicara, dan jijik. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, yang akhirnya berpindah tempat hingga sekarang. Layak di inginkan begitu, da malas kawasan Cireundeu mah kurang cocok untuk terbang. Bahkan, katanya kalau menanam pare, bahkan menginjak ketiga, selalu gagal, airnya tiba-tiba hanya sesaat. Tidak ada yang tidak berasal dari huma memiliki pare, tidak memiliki asal pare beras, tidak berasal dari nasi ngjo, tidak mengherankan asal makan, tidak makan asal kehidupan, adalah palsapah Cireundeu dalam mempertahankan hidup dengan mencari alternatif makanan pokok nasi dengan sampeu. Memang tunjangan makan itu tidak dilarang, tapi menumbuhkannya sudah menjadi kebiasaan baginya, katanya, saat ini masyarakat sudah banyak yang harus dilakukan, bahkan banyak yang mual ketika harus makan jajan tersebut. Tugas 1 Adakah kata-kata yang tidak Anda mengerti? Perhatikandan cari artinya di kamus!Dimanakah Kampung Cireundeu?Beula manaeun kota Bandung?Apa perbedaan antara Desa Cireundeu dan Desa Cireundeudesa lain?Bagaimana tingkat ekonomi masyarakat desaCireundeu?Apa yang menjadikannya makanan pokok Anda?